Assalamu'alaikum Ramadhan
Ternyata kita masih direstui untuk bertemu ya
Wahai Ramadhan,kumohon. Ramadhan kali ini jangan cepat berlalu. Karena aku nyaman,nyaman dengan dirimu.
Aku rindu padamu,wahai Ramadhan. Rindu waktu sahur,rindu waktu buka puasa,rindu shalat tarawih serta witir,rindu gema qur'an yang senantiasa mengiringi.
Hai Ramadhan,kali ini aku tak lagi sama. Tak seperti ramadhan tahun lalu.
Tahun lalu aku sibuk mempersiapkan segala hal untuk daftar di SMA.
Sibuk bolak balik rumah→SMP→SMA,rumah→fotokopian→SMA
Bahkan sampai aku harus ke Deltamas. Pulang kerumah dengan perasaan kacau,lelah,haus,khawatir. Tapi ternyata muncul mukjizat darimu,ya Allah.
Setiap kali aku kembali mengingat peristiwa setahun silam,semakin membuat semangatku terpacu,semakin mengingatkanku bahwa dunia tak semudah yang kukira. Ini baru daftar di SMA,bagaimana nanti mendaftar di Universitas?
Ohya Ramadhan,aku rasa ramadhan kali ini terasa berbeda. Karena,hm.. aku memiliki sebuah alarm hidup. Terdengar aneh ya? Emm,maksudku,seseorang yang siap membangunkanku saat waktu sahur telah tiba. Seseorang selain kedua orang tuaku,maupun adikku. Seseorang yang selalu mengkhawatirkan keadaanku,seseorang yang berada jauh disana namun tetap terasa dekat dihati. Yah,mungkin seseorang yang spesial,spesial layaknya martabak telur 5 haha.
Oh iya,satu lagi yang khas darimu. Tarawih. Hm,sejujurnya aku masih menunggu dia. Kakak itu -entah siapa namanya,aku tak ingat. Mungkin karena kita hanya bertemu sebentar- Ya,aku memang hanya bertemu dengannya sebentar,bertemu di masjid saat ingin shalat tarawih. Bertemu saat aku masih duduk dibangku SD,dan sekarang aku sudah SMA. Apa kabarmu,wahai kakak yang telah lama tak ada kabar.
Untukmu,wahai kakak yang entah berada dimana sekarang
Kau ingat waktu itu? Waktu dimana pertama kali kita bertemu,saat itu masjid belum sebagus kini,dindingnya masih berlapis semen sehingga dirimu melarangku untuk menyandar di dinding,haha
Kau ingat saat pertama kali kita tertawa keras dan disambut oleh pandangan mencekam dari bola mata ibuku? Haha itu memang menyeramkan
Kau ingat saat pertama kali kita berkenalan? Dulu kukira usiamu terlampau jauh diatasku. Padahal usiamu yang sebenarnya saja aku tak tahu,haha konyol memang
Kau ingat,saat kita sama sama menunggu sang imam selesai membaca surah Al-Fatihah,baru kemudian kita berdiri dan takbiratul ikhram? Haha.
Lalu apa kau ingat juga? Saat tarawih sudah rakaat ke 8,kita malah pergi jajan ke warung,dan untungnya itu pakai uangmu ya,haha
Terakhir,apa kau masih ingat? Saat kita janjian membawa buku binder? Yang dulu sedang marak maraknya disenangi anak anak sepertiku. Lalu saat yang lain sedang shalat,kita malah sibuk menukar binder. Dan kertas binder Doraemon yang kau berikan padaku waktu itu,masih tetap kujaga hingga kini. Bahkan ku wanti-wanti adikku agar jangan sekalipun merusaknya. Oh ayolah,itukan satu satunya pemberian darimu yang masih bertahan hingga saat ini. Masak aku biarkan rusak.
Untukmu,kakak yang jauh disana. Aku merindukanmu. Kapan kau akan datang ke Masjid depan rumahku lagi? Kini masjidnya sudah bagus,kau tak usah takut lagi untuk bersandar di dinding,karena dindingnya saja sudah dilapisi dengan keramik. Kapan kau akan kembali menggelar sajadahmu disamping sajadahku,dan kembali bergurau bersama?
Ohiya,untukmu yang spesial di hati. Tenang saja,kakak itu perempuan. Percayalah,aku tak menaruh harap pada lelaki lain selain ayahku dan dirimu😊
Dan K,mungkin jika kau merasa penjelasan tentang dirimu sangat singkat disini,ketahuilah tentangmu di hatiku sangat mendetail.
I'm fall in love with you,K.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar