22 Juli,2015.
Pramos.
Hufft. Pramos? Ya. Neraka baru bagi para junior. Tahu pramos? Apa? Tak tau? Hm,kalau mos tau? Ya,Masa Orientasi Siswa,atau biasa disingkat MOS. Mos adalah masa masa kejam bagi junior. Ya,Mos SMP,Mos SMA,Dan Ospek perguruan tinggi. Pramos adalah masa sebelum kegiatan Mos dimulai.
Aku sering bertanya tanya pada diriku sendiri. Sebenernya apa tujuan Mos itu sendiri? Untuk membangun kedisplinan? Oh ayolah. Kedisiplinan darimananya? Kami hanya disuruh membawa berbagai macam makanan,minuman. Dengan bahasa yang aneh aneh. Wahai kakak senior,kami ini ingin menjadi disiplin atau ingin menjelajah ke planet lain? Kakak tau bahasa indonesia yang baik dan benar kan? Lalu mengapa harus memakai bahasa yang aneh seperti itu? Minuman darah,pulpen terbang,permen bicara,snack bohong. Untuk apa semua itu? Agar logika kami jalan? Agar kami bisa berfikir keras mencari makna tersembunyinya? Bukan begitu caranya,kak. Cara yang seperti itu malah membuat kami terlihat seperti orang konyol. Kami ini calon adik kelasmu,kak. Tolong bimbing kami,ajari kami. Bukannya malah menyuruh kami melakukan kegiatan yangbodoh.
Begini salah,begitu salah. Bicara dibilang tak sopan,diam malah dikira tak mendengarkan. MOS seharusnya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat,bukan dengan kegiatan yang bodoh. Ayolah,sudah berapa kali kasus kekerasan saat mos terjadi di negara ini? Dari yang hanya pingsan,luka luka,cacat fisik,bahkan sampai ada yang meninggal. Hanya karena mos. Tidakkah itu terlalu berlebihan? Astaga,wahai kakak senior yang berperikemanusiaan. Tega kah engkau melukai calon adik kelasmu sendiri? Kami manusia kak,kami punya akal dan pikiran. Kami seharusnya dibimbing kearah yang lebih baik. Bukannya malah dimaki dan dihina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar